TITI KALAMANGSA





Dua tahun lalu, bulan Desember 2019, saya menari di Vatican, diiringi lagu karya Sujiwo Tejo: Titi Kalamangsa. Saya menghayati betul bahwa segala sesuatu ada waktunya; selalu ada momen untuk kebangkitan maupun kejatuhan.

Apa yang akan terjadi di bulan ini, Desember 2021? Bagi sebagian orang, ini betul-betul menjadi momen ngunduh wohing pakarti: saatnya memetik buah perbuatan, ketika buah karma baik atau karma buruk benar-benar menjadi matang.

Orang punya boleh punya beragam tafsiran tentang meletusnya Gunung Semeru. Wajar jika orang menyatakan itu hanya sebagai fenomena alami akibat keberadaan gunung berapi. Wajar juga jika ada yang memaknainya sebagai sasmita akan perubahan besar di negara ini.

Saya sendiri memaknai sebagai dasar perubahan besar untuk kehidupan saya pribadi, seiring akan diluncurkannya buku KESADARAN KRISTUS di bulan ini. Ini momen terbentuk sempurna fondasi untuk sebuah rancangan agung.

Bagi yang kejahatannya tiada terkira, wajar juga jika menemukan juga momen penghabisan di bulan ini. Itulah manifestasi dari keadilan semesta. Demikianlah Sang Kala bekerja.
0 Response to " TITI KALAMANGSA"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan