MENYINGKAP MISTERI TENTANG "KEHENDAK TUHAN"





Sebetulnya apa yang disebut kehendak Tuhan?

Rancangan Agung
Kehendak Tuhan yang sejati itu adalah Rancangan Agung. Setiap orang sesuai dengan perjalanan jiwanya di masa lalu, kemudian terlahir ke bumi atau terlahir di planet mana pun untuk melanjutkan proses evolusinya. Dalam proses evolusi itu ada Rancangan Agung yang pada akhirnya manusia bisa naik level, bisa semakin bertumbuh benih keilahiannya, bisa semakin dekat dengan kualitas keilahiannya, menemukan kebahagiaan sejati. Nah, Rancangan Agung ini tidak dipaksakan kepada manusia. Secara faktual, manusia itu ada Rancangan Agung, tapi ada opsi lainnya. Manusia bebas memilih, makanya manusia punya Free Will.

Tuntunan Diri Sejati
Bagaimana supaya manusia tetap ada di Rancangan Agung yang membawa keselamatan? Setialah kepada Diri Sejati, kepada tuntunan Agung di dalam diri. Kalau Anda mengikuti ego, Anda pilih opsi lain, "Ah, ini lebih baik, opini ini lebih enak." Itu yang nantinya membuat Anda tidak sampai kepada tujuan utama.

Jadi, kehendak Tuhan itu meliputi (1) Rancangan Agung, dan (2) apa yang dituntunkan/disabdakan di dalam diri Anda, di relung hati Anda. Tapi, kehendak Tuhan dalam konteks ini tidak pernah memaksa. Kalau Anda betul-betul mau menyelami keheningan, Anda akan tahu bahwa Gusti itu Maha Pengasih pada Anda, dan Maha Sabar juga, se-ndableg (nakal) apa pun Anda. Dia sering menuntun ke kanan, ke sana, ke sini, itulah kehendak Tuhan yang nyata. Nah, manusia itu banyak ngeyel (menyangkal), dia suka mengikuti egonya sendiri yang akhirnya celaka sendiri. Kenapa? Karena tidak mengikuti kehendak Tuhan yang nyata.

Maka, sekarang pahamilah kehendak Tuhan itu apa, pahamilah ketetapan Tuhan itu apa. Ikutilah kehendak Tuhan yang nyata yang muncul di dalam hati Anda, yang bisa Anda mengerti ketika Anda ada dalam keheningan. Ikuti rancangan Agung hidup Anda yang juga Anda bisa tahu, dan Anda setia kepada tuntunan Agung di dalam diri. Dan biarlah ketetapan Tuhan terjadi. Artinya apa? Hukum Semesta dengan segala keadilannya, akurasinya, presisinya itu menjadi nyata membentuk hidup yang serba selaras, hidup yang surgawi. Pada titik inilah, Anda harus belajar tentang keheningan yang sesungguhnya supaya tidak ngawur dalam melangkah, hanya berdasarkan ego dan prasangkanya.
Apakah yang ada di dalam kitab suci itu sebetulnya merupakan tuntunan Tuhan?

Silakan Anda selami di dalam keheningan, Anda pelajari teks-teks itu satu per satu Anda rasakan vibrasinya. Nanti Anda akan tahu, mana yang betul-betul itu tuntunan Tuhan pada konteks dan zaman itu, dan mana yang itu adalah hasil keakuan orang yang diselipkan. 

Anda nanti akan mengerti betul. Supaya aman, yang pertama harus Anda lakukan adalah menghidupkan "pembeda" di dalam diri. Dalam bahasa Arab istilahnya alfurqon, sehingga nanti Anda mengerti mana kebenaran sejati, mana yang tidak, mana yang haq mana yang batil supaya Anda tidak bisa ditipu oleh apa pun. Ini ada pada Rasa Sejati. Rasa Sejati itu bisa Anda temukan kalau Anda betul-betul hening. Hening artinya menyadari nafas, menyadari kasih murni, menyadari keberadaan Diri Sejati dan keterhubungan dengan Dia sepanjang waktu. Hanya dengan mengikuti tuntunan Agung di dalam diri itulah Anda akan ada dalam keselamatan.

Saya tidak mengajak siapa pun untuk melecehkan agama apa pun. Tapi, saya mengajak kita untuk punya kritisisme yang sehat. Jangan gampang percaya, jangan gampang menyangkal juga, tapi juga jangan menghina. Jangan menista. Karena semuanya adalah sebuah bagian dari proses kesemestaan. Kesalahan seseorang itu bagian dari proses yang itu lumrah terjadi. Kesalahan sejarah di masa lalu juga itu lumrah terjadi. Jadi, kita terima semuanya sebagaimana adanya, kita maklumi semuanya, tetapi kita kemudian bergerak, berproses untuk menemukan kebenaran sejati.
0 Response to "MENYINGKAP MISTERI TENTANG "KEHENDAK TUHAN""

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan