SURGA/NERAKA ITU NYATA ADA DAN HUBUNGANNYA DENGAN LOC



Surga

Saya dulu sangat relijius, tentu saja sangat percaya bahwa surga dan neraka itu ada. Lalu saya sempat menjadi atheis dan ultrarasionalis. Sayapun menyangkal keberadaan surga dan neraka. Lalu saya mulai belajar spiritual, dan pada awalnya, suka sok filosofis. 

Saya bertanya, mengapa Tuhan mesti menciptakan neraka sementara Dia adalah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Mengapa manusia mesti masuk ke dalam neraka sementara dia hanya laksana wayang yang manut pada Sang Dalang. Saya meragukan adanya neraka, berharap semua dapat akhir bahagia, berada di surga semua bersama Tuhan. Seperti bijaksana sih, padahal ruwet he, he, he.

Waktu terus berjalan, saya sangat tekun menjalani laku keheningan. Lama-lama rasa sejati saya benar-benar hidup, pikiran saya nyambung dengan rasa sejati, sehingga mulai bisa menjangkau realitas lintas dimensi. Dalam hening saya kemudian menjadi tahu, bahwa surga dan neraka itu ada. Bukan sekadar sebagai kondisi di kehidupan saat ini, saat kita hidup di Bumi. Tapi juga sebagai realitas di dimensi berbeda yang bakal dialami setiap jiwa setelah kematiannya.

Jagad raya secara keseluruhan, omniverse, bukan sekadar realitas fisikal, bukan sekadar atomic world. Ia adalah realitas multidimensi yang merepresentasikan energi pada tingkatan frekuensi vibrasi yang berbeda-beda. Perbedaan frekuensi vibrasi energi menciptakan dimensi yang berbeda-beda, secara sederhana saya merumuskan keberadaan 31 dimensi yang membentuk omniverse.

Surga dalam konteks di atas, adalah dimensi 12-31. Itu adalah alam cahaya yang bermuara di alam kekosongan tanpa batas. Semakin tinggi dimensi mencerminkan realitas energi yang semakin halus. Sebaliknya, neraka itu ada di dimensi rendah: dimensi 1-4 adalah neraka yang sesungguhnya.
Lewat keheningan saya juga jadi mengerti bahwa manusia yang meninggal, jiwanya lepas dari badan saat kematian, pasti memasuki salah satu dimensi yang ada. Kematian hanyalah perpindahan dimensi bukan selesainya lakon kehidupan. 

Neraka

Mereka yang masih punya dendam dan sakit hati, tidak rela akan kematiannya, tapi bukan penjahat, ya jadi arwah gentayangan di dimensi 4. Mereka yang jahat, atau jadi korban praktik ritual satanik, terjerat di dimensi 1-2. Butuh proses tidak sederhana bagi mereka yang terjerat di dimensi 1-2 untuk lepas dari penderitaan dan bisa terlahir kembali di alam manusia. Lebih mudah menolong arwah gentayangan. Sementara orang-orang baik yang belum tercerahkan, masuk ke dimensi 6, alam penantian, yang meniscayakan reinkarnasi. 

Orang-orang tercerahkan, masuk ke dimensi 12 ke atas - inilah surga atau nirwana yang nyata. Mereka yang tercerahkan sekali, menjangkau dimensi 28 ke atas, itulah yang dicapai bali marang sangkan paraning dumadi: kembali kepada realitas jiwa sebagai energi yang paling murni.

Nah, LoC atau level of consciousness punya kaitan dengan pencapaian dimensi saat jiwa lepas dari tubuhnya. Mereka yang Loc 300 ya masuk ke alam penantian. Yang minimal LoC 500 baru masuk ke surga tingkat pertama, dimensi 12. Mereka yang LoC 100 ke bawah, sudah pasti ada di dimensi rendah terjerat dalam penderitaan. LoC pada dasarnya mencerminkan tingkat kejernihan setiap jiwa yang menentukan dimensi mana yang layak dimasuki/dialami.

Perkara di atas, diatur di dalam matematika semesta, law of universe. Ini adalah manifestasi keadilan dari Sang Sumber Hidup. Saat satu jiwa terjebak di neraka, bukan berarti Tuhan tak bersamanya dan tak lagi mengasihinya. 

Tuhan selalu bersama setiap jiwa, dalam keadaan apapun. Tapi keadilanNya membuat setiap jiwa memetik wohing pakarti, buah perbuatannya sendiri. Maka jangan ceroboh, tansah eling lan waspada - selalu sadar, selalu waspada, hiduplah selalu berdasarkan petunjukNya yang muncul dari sanubari terdalam (telenging ati). 

Nah, soal masuk neraka atau surga ini tak ada hubungannya dengan agama yang dipeluk, atau label tradisi spiritual yang dijalani. Semua hanya berkaitan dengan tingkat kemurnian jiwa.
 
Saya mengajarkan keheningan agar setiap orang selalu tertuntun dalam melangkah dan mendapatkan keselamatan sejati. Di dunia menemukan kehidupan surgawi, setelah meninggal masuk ke alam cahaya atau yang lebih tinggi lagi. Sangat sederhana.
Yang mau protes dipersilakan.

Ilustrasi: Lukisan surga (dimensi 21) dan neraka (dimensi 1) karya Fajar Prihattanto
0 Response to "SURGA/NERAKA ITU NYATA ADA DAN HUBUNGANNYA DENGAN LOC"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan