CERITA KEBANGKITAN (2)



SHD Wedaran

Orang-orang yang tidak punya prasangka dan kebencian pada diri saya, jika bertemu dengan saya saat ini pasti merasa damai dan bahagia. Setiap sel di tubuh saya memancarkan vibrasi kasih, damai dan bahagia. Itu otomatis membuat nyaman yang dekat dengan saya. 

Terlebih kalau sudah ada dialog, lewat kata, terpancar energi yang menyelaraskan. Itulah yang membuat banyak orang ingin ketemu saya karena pertemuan itu menjadi momen recharging, revealing.
 
Tapi tentu, yang sudah tidak netral akan tersiksa saat bertemu saya. Membaca tulisan inipun akan punya asumsi liar, menganggap saya sombong dan lainnya.
 
Itulah dualitas. Kita tak bisa selaras dengan semua orang. Hukum sinkronisitas frekuensi energi pasti berlaku. Our vibe attrack our tribe. Getaran kita menarik orang-orang yang satu tipe, menciptakan kumpulan yang merasa saling dekat dan cocok.
 
Saat ini, setelah perjalanan panjang dan berlku, saya menemukan kehidupan surgawi. Di hati saya ada taman surgawi. Di sepanjang waktu saya merasa damai dan bahagia. Tiada lagi derita, yang ada cuma tantangan yang mengasyikkan. 

Saya bertransformasi dari keadaan sebagai manusia berkesadaran rendah, kecemplumg di dimensi 2 karena dijerat banyak kuasa kegelapan, menjadi manusia yang menjangkau kesadaran dimensi tinggi - merealisasikan segenap potensi keilahian. 

Fase seperti keterbebasan dari sisi gelap, kebangkitan kundalini, kesetimbangan yin yang, bangkitnya serpentine fire, hingga aktivasi merkaba, realisasi kualitas metatron hingga bangkitnya kekuatan magic yang berakar di kebahagiaan murni, sudah saya lewati. 

Bagi yang mengerti, keberadaan saya adalah anugerah karena semua misteri spiriual yang rumit sekarang bisa disingkapkan dengan mudah. Pencerahan bukan lagi perkara yang susah. Tapi bagi yang terjebak ilusinya sendiri, saya adalah orang yang paling menyebalkan.
 
Bagaimana saya bertransformasi? Dulu, modalnya adalah kesungguhan dan ketulusan dalam belajar. Gak ada kemanjaan, saya berjuang menaklukkan segala kesulitan yang muncul selama proses belajar. Secara harfiah, banyak gunung yang saya daki untuk menemukan pencerahan. 

Hingga kemudian diketahui, bahwa jalan pencerahan itu adalah konsisten meniti nafas untuk masuk ke dalam diri, menemukan tahta ilahi, the sanctum, di relung hati.
 
Dengan ketekunan, bangkitlah segala pengetahuan kuno yang terekam di DNA, yang dulu memang saya capai di kehidupan lampaui.
 
Hidup saya saat ini adalah untuk menebar terang yang bersumber dari matahari jagad raya.
0 Response to "CERITA KEBANGKITAN (2)"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan