APAKAH TUHAN BENAR-BENAR ADA DAN BISA MENOLONG KITA?




Dulu saya pernah mempertanyakan, jika Tuhan ada dan Dia benar-benar maha pengasih, mengapa Dia biarkan terjadi banyak tragedi di Bumi ini: ada perang besar, wabah penyakit dan bencana alam yang menelan banyak korban dan membuat banyak orang menderita. Dalam pikiran rasional saya memang menjadi sangat absurd jika Tuhan diam saja menyaksikan penderitaan manusia yang sangat ekstrem dan sangat kolosal.

Ternyata, penilaian di atas muncul dari ketidakmengertian saya tentang Tuhan. Saya hanya berasumsi tentang Tuhan sebagai satu individu yang bisa berbuat seenaknya. Saya kemudian mengembangkan penilaian berdasarkan asumsi itu. Tentu saja hasilnya jadi bias, jauh dari kebenaran.

Segala sesuatunya menjadi jelas saat saya tekun menyelami keheningan. Keheningan membawa keterhubungan dengan Diri Sejati/Dewa Ruci/Roh Kudus. Saat itu terjadi secara konsisten, jiwa menjadi termurnikan, pikiran terhubung sepenuhnya kepada Rasa Sejati , dan muncullah pencerahan. Pencerahan yang terjadi secara bertahap membawa kita semakin mengerti realitas manusia, jagad raya dan Tuhan sebagaimana adanya.

Demikianlah, lewat keheningan saya mengerti keberadaan Tuhan sebagai kekosongan absolut yang menjadi sumber segala keberadaan dan meliputi segala yang ada. Dalam relasinya dengan manusia, Tuhan menyatakan keberadaanNya sebagai berikut:

  1. Diri Sejati - keberadaan yang bersemayam di dalam diri manusia, menjadi penuntun agung bagi setiap manusia.
  2. Sang Hyang Tunggal, sebagai keberadaan yang meliputi jagad raya dapat dikenali karakternya: maha pengasih, sumber kuasa tertinggi, maha bijaksana dan seterusnya.
  3. Tuntunan atau PetunjukNya muncul dalam bentuk arahan dari Diri Sejati. Jika telah menuntaskan laku spiritual hingga jiwanya benar-benar murni, seseorang bisa terhubung dan "berkomunikasi" dengan Sang Hyang Tunggal.
  4. Kehendak Tuhan yang sesungguhnya berupa: pertama, Hukum semesta yang bersifat meliputi semua keberadaan, sangat adil, tepat dan akurat. Kedua, berupa rancangan agung bagi setiap jiwa dan kehidupan yang mengarahkan pada kesempurnaan dan keselarasan.
  5. Manusia sebagai salah satu manifestasiNya memiliki free will. Manusia bebas berbuat apapun, sesuai kapasitas diri yang dibentuk dari karma masa lalu dan diikat oleh hukum semesta (hukum kausalitas dll).

Jadi, kenyataan dalam kehidupan manusia begini jadinya: Semua manusia sejatinya selalu mendapatkan tuntunan dari Diri Sejati agar hidupnya bergerak menuju kesempurnaan dan keselarasan sebagaimana rancangan agungNya. Tapi dengan free wilnya manusia, bisa memilih untuk tak peka pada tuntunan dari Diri Sejati atau mengabaikan tuntunan itu.

Manusia bisa memilih mengikuti angkara murka atau kegelapan di dalam pikirannya sendiri. Manusia dimungkinkan untuk merusak bumi dan kehidupan yang ada di bumi. Pada tingkatan yang ekstrim, tindakan sebagian manusia bisa menciptakan kerusakan atau bencana besar bagi kehidupan orang lain. Semakin kuat power yang bisa diakses dan ini mungkin karena manusia punya free will, semakin dahsyat daya rusaknya.

Mereka ini akan menuai buah perbuatannya pada momen tertentu. Tapi kerusakan yang ditimbulkan adalah nyata dan bisa membuat banyak orang menderita. Penderitaan dan keselamatan orang yang menjadi korban, juga akan mengikuti pola karma masing-masing.

Maka dalam situasi tragis tetap ada yang celaka dan selamat. Inilah yang namanya realisasi kasih dan keadilan Tuhan.

Manusia tak bisa berharap mendapat pertolongan Tuhan tanpa mengubah realitas jiwa dan jejak karma mereka. Manusia tak bisa begitu saja memanggil atau memyuruh Tuhan untuk membereskan masalah yang dibuat oleh manusia sendiri. Pertolongan untuk menyelesaikan masalah peradaban yang berskala besar, hanya bisa terjadi jika ada manusia yang memilih dan sukses mengakses kekuatan ilahi yang tanpa batas. Mereka inilah yang disebut para Avatar.

Merekalah juru selamat: dengan jiwa murni mereka bisa menciptakan keajaiban karena mereka memang dianugerahi kekuatan atau energi yang dibutuhkan.

Jadi, Tuhan bukan diam saja. Tuhan selalu berkarya menyelamatkan manusia. Tapi semua kembali pada manusia sendiri: mereka mengenal Tuhan yang sesungguhnya apa tidak? Manusia mau memenuhi segala persyaratan bagi terjadinya penyelamatan apa tidak? Itulah yang namanya free will. Jika Bumi hanya dihuni oleh manusia yang penuh ilusi tentang Tuhan dan tak bisa memenuhi persyaratan untuk gerak penyelamatan secara semesta, ya jangan heran jika terjadi tragedi besar. Itu bukan salah Tuhan, bukan juga penanda Tuhan itu kejam atau tak berdaya. Itu adalah realisasi hukum alam yang adil, tepat dan akurat sesuai pilihan seluruh manusia yang membentuk karma kolektif.

Nah... Bumi yang dirusak kekuatan kegelapan yang dahsyat, hanya bisa selamat jika ada Avatar yang muncul. Merekalah yang bisa mengubah tatanan karma kolektif dan dari situ menarik keajaiban. Mereka juga bisa melakukan permainan energi yang memunculkan solusi yang tak terbayangkan banyak orang.

Maka, supaya kita selamat di hari ini dari segala ancaman: wabah penyakit, resesi global, maupun bencana alam, berjuanglah untuk jadi Avatar. Jika tidak sanggup, setidaknya teruslah murnikan jiwa agar Anda bisa berteman dan berjalan bersama para Avatar itu. Jika Anda malah menyinyiri dan bahkan memusuhi atau menghianati para Avatar itu, Anda pasti rugi. Dunia selamat, Anda justru menuai derita.
Selamat merenung.

SHD

Related Posts

0 Response to "APAKAH TUHAN BENAR-BENAR ADA DAN BISA MENOLONG KITA? "

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan