JOURNEY OF LIGHT 14: JADILAH PAHLAWAN



 JOURNEY OF LIGHT 14: JADILAH PAHLAWAN

Jika kita melihat kehidupan manusia di bumi sebagaimana adanya, kita pasti mengerti ada banyak tragedi di sana. Ada banyak momen di mana manusia kesulitan menikmati indahnya matahari pagi. Berkali-kali datang momen yang sulit, menikmati secangkir kopi panas dengan perasaaan relax, hanya menjadi satu khayalan sorgawi.

Hukum dualitas di jagad raya ini memungkinkan benih-benih kejahatan menjadi nyata. Manusia yang punya potensi angkara murka, ada yang memilih menjadi pelaku kebiadaban yang tak terbayangkan. Maka tercatat dalam sejarah, bahwa manusia di bumi pernah mengalami masa-masa kelam lewat peperangan yang brutal, kekejaman dari para tirani, dan jerit tangis kematian akibat wabah penyakit yang disebarkan manusia durjana.

Manusia memang nyata-nyata punya free will. Setiap orang bebas bertindak sesuai apa yang dia mau. Batasannya adalah kapasitas power yang bisa diakses. Bingkainya adalah hukum semesta: setiap pilihan tindakan pasti punya konsekuensi. Nah, ada orang yang memilih menjadi penjahat karena dorongan keserakahan dan ilusi di pikirannya. Ia bisa menggunakan banyak jenis power atau kekuatan, mulai dari kekuatan militer, kekuatan sains teknologi, kekuatan uang, hingga kekuatan metafisika. Penjahat yang serius umumnya menggunakan keempat-empatnya.

Mengapa ada orang yang menjadi penjahat? Ini konsekuensi logis dari spektrum kesadaran manusia yang merentang dari tataran "sangat kekurangan kasih murni" hingga tataran "sangat penuh kasih murni". Ini adalah kewajaran karena level evolusi setiap jiwa memang berbeda-beda. Jadi ada yang punya kecenderungan menjadi penjahat dan ada yang punya kecenderungan untuk menjadi pahlawan.

Free will menjadi penentu game of probability: apa yang terjadi sangat sulit diprediksi karena pilihan tindakan manusia sangat beragam. Sang Sumber Hidup tidak memaksakan dan juga tidak mengijinkan apapun secara parsial: kebijaksanaanNya sudah mengejawantah ke dalam hukum dualitas, hukum kausalitas dan seluruh hukum kesemestaan lainnya. Tak ada yang dipaksa untuk menjadi penjahat.

Tak ada yang ditetapkan atau ditakdirkan menjadi manusia durjana. Bahkan di dalam relung hati setiap manusia, selalu ada tuntunan untuk bertindak selaras. Tidak ada satupun penjahat yang tidak pernah mendapatkan wejangan dan tuntunan dari Diri Sejatinya. Pasti ada momen dialog di dalam diri. Tapi mereka yang memilih kejahatan, mengabaikan wejangan ini, suara hati yang paling dalam ini, lalu mengikuti ego dan ilusinya. Maka semua tindakan manusia adalah hasil pilihan individu dengan konsekuensi yang pasti ditanggung. Hukum-hukum semesta tak bisa dibohongi dan dimanipulasi dengan cara apapun.

Karena kita hidup di planet yang sama, kejahatan seseorang atau beberapa orang bisa berdampak kepada orang lainnya termasuk kita yang konsisten berada di jalan kebajikan. Jika ada seseorang yang maniak kekuasan memicu perang, maka situasi sulit akibat perang itu akan menimpa banyak orang dalam radius pengaruh perang itu, tak peduli bagaimana tingkat kejernihan tubuh karna mereka.

Jika ada beberapa orang yang ingin menguasai dunia melakukan manuver perang senjata biologis, maka yang menjadi korban dan terdampak bisa sangat meluas dan tak membedakan mereka itu orang yang jiwanya keruh atau murni. Pada titik inilah diperlukan kesadaran yang tepat: hadirnya penjahat dan para durjana harus diimbangi dengan kemunculan para pahlawan dan Ksatria Cahaya. Tanpa itu kerusakan bisa meluas dan peradaban bisa hancur.

Jadi, jangan pernah katakan ketika ada kejahatan kemanusiaan yang membawa banyak korban, kita mengatakan itu " sudah merupakan kehendak Tuhan", "itu sudah seharusnya terjadi". Bukan begitu. Semua memang wajar terjadi tapi tak harus terjadi. Apa yang terjadi hanyalah salah satu opsi dalam skema kemungkinan yang tak terbatas.

Karena ada sebagian manusia punya power besar, pilihan tindakan mereka bisa mempengaruhi banyak orang lainnya. Pilihan-pilihan tindakan orang yang punya power besar inilah yang menentukan peristiwa-perustiwa fenomenal dalam sejarah manusia.

Peristiwa tragedi, terjadi karena ada manusia yang memilih untuk bertindak destruktif dan bisa mengakses power yang besar untuk merealisasikan hasrat destruktifnya. Maka, sikap yang tepat bukanlah diam saja. Pasrah itu bukan begitu. Pasrah itu menerima yang terjadi sebagai kewajaran, tidak berkeluh kesah, lalu berjuang sebaik-baiknya untuk memberi solusi. Solusi terbaik pasti muncul dari orang yang hening dan tertuntun Diri Sejatinya. Pahlawan sejati adalah mereka yang memilih bekerja menaklukkan kejahatan atas dasar kasih murni dan mendayagunakan kekuatan ilahi.

Situasi sulit yang kita alami saat ini, harus diakui, muncul karena adanya orang yang punya power dan mengikuti angkara murkanya. Mereka ada di lingkaran kekuasan global maupun nasional, ada yang terbuka maupun tersembunyi. Jadi jangan kait-kaitkan issue pandemi ini dengan kerja Ibu Bumi atau Mother Gaia untuk menciptakan kesetimbangan. Tidak ada hubungannya dengan beliau. Ini adalah dampak dari kejahatan manusiawi yang kemudian di beberapa negara jadi tak terkendali. Bahwa ada berkah tersembunyi Bumi jadi lebih bebas polusi, itu patut kita syukuri. Maka, jadilah pahlawan baik dengan tindakan secara fisik maupun secara energi. Jadilah pemberi solusi yang nyata.

Saya dan tim saya terus bekerja dengan cara yang pasti tak terbayangkan oleh siapapun. Kerja kami tak hanya menjangkau Indonesia, tapi juga berbagai negara lainnya, karena issue ini tak bisa diselesaikan tanpa membereskan akarnya di tataran global.

Sedikit informasi yang bisa saya sampaikan, biang masalah sudah teridentifikasi dan sudah ditangani. Kini jiwa-jiwa agung dari masa lalu telah turun kembali ke dimensi materiil ini. Mereka bekerja di banyak negara dan menangani berbagai sektor strategis. Kita sudah berada pada fase pemulihan. Masa paling sulit dah kritis sudah kita lalui. Tapi kerja belum usai karena dark forces juga tak mau diam, selalu ada manuver yang mereka lakukan. Yang pasti, kekuatan kebajikan pasti menang. Kita pasti bisa melampaui masa-masa sulit ini, segera, dan kita songsong bumi sorgawi .

Kuningan, 9-04-2020

Related Posts

0 Response to " JOURNEY OF LIGHT 14: JADILAH PAHLAWAN"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan