Wejangan Tirta Amerta



Pelukis: Sasongko Hendratmojo
Aku sudah hadir mengejawantah bersama tulang - daging Putera semesta yang telah kupilih. Sambungkan diri terhubunglah, karena aku telah menjadikanya portal agung. Pewahyuan agung kutransformasikan pada bumi seisinya melaluinya, seiring waktu yang dinanti telah tiba. Lihatlah mahkota keprabon telah memancarkan auranya. 

Tunggu apa lagi duduk dan sambungkan diri lalu engkau akan mengerti cemlorot sang fajar kejayaan memancarkan kabar suka citanya. Singkirkan keraguanmu terhadap jalan dan misi besar ini. Singkirkan ketakutanmu dari propaganda energi keruh yang mencekik. Wahai anak cucu Nusantara, berdaulatlah dengan tanggung jawab masing- masing bahwa sejatinya engkau semua adalah kesatria, sebagaimana engkau telah disumpah oleh darah dan percikan mani sebagai saksinya. 

Hari ini aku hendak berpidato kepadamu, di Jawa bagian tengah tempat ukiran sejarah pernah berkiprah; yang turut membangun potongan peradapan sebuah bangsa yang kusebut Nusantara Mega Raya. Dengan prinsip dasar aplikasi budaya adiluhung yang masyur yang mampu memaslahatkan para penghuni bumi kususnya Nusantara. Ketahuilah kini aku kembali dari alam Surya Saktiya Muni bersama barisan para entitas agung yang meniupkan wejangan adiluhung. 

Perhatikan gumam pidato ghaibku- terimalah warisan budaya adiluhung para arsitek-arsitek pembangun peradapan tanah kita. Karena kekayaan, kedamaian bersama kejayaan sedang meminta dibangunkan dari tidur panjangnya. Melaluimu wahai para kesatria kita akan mengubah tatanan dunia yang lama dicengkram angkara murka. Kita mulai dari bangsa kita, kita mulai dari barisan kita, kita mulai bersama memancarkan kasih murni yang penuh cinta dan cita. 

Warisan ini kutitipkan padamu, hari ini, kulepas bersama kelembutan kasih yang dihembuskan angin, merasuk melalui alunan nafasmu, pendengaraanmu, pori-pori kulitmu hingga sampailah ia pada gerbang kesadaranmu, lalu disuburkan oleh setiap laku dan dharmamu. 

Tersenyum ucapkan syukurmu, rayakan hujan kasih kedamaian setelah kemarau panjang yang mengeringkan dahaga batinmu. Merdekalah jiwamu, terealisasikan tanah surga gemah ripah loh jinawi itu... Sambutlah budaya baru peradaban baru... 

Salamku, Putra Sang Fajar ( Soekarno). Penerima Pesan: Tunjung Dhimas Bintoro
0 Response to "Wejangan Tirta Amerta"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan