STORY OF SHD 26: 7 KUALITAS ILAHI



Shd Channel

Saya sering ungkapkan berdasarkan pengalaman pribadi, bahwa tak ada ujung dalam perjalanan spiritual. Selalu ada momentum untuk terus bertumbuh dan mencapai tataran yang lebih tinggi. Perjalanan spiritual sejatinya memang proses berkesinambungan untuk merealisasikan kualitas ketuhanan di dalam diri. Karena Tuhan adalah realitas yang tanpa batas, maka kualitaaNya yang bisa kita realisasikan memjadi tanpa batas pula. Maka setinggi apapun pencapaian Anda, selalu persiapkan diri untuk terus bertumbuh menjadi lebih murni jiwanya, lebih berkesadaran dan lebih berdaya. Apalagi jika pencapaian Anda belum tinggi, sungguh terlalu jika Anda tak mau belajar dan bertumbuh lagi lewat laku spiritual.

Untuk memudahkan para pembelajaran mengerti apa sebenarnya tolak ukur pencapaian kemajuan dalam laku spiritual, saya ungkapkan 7 Divine Qualities atau 7 Kualitas Ketuhanan. 7 kualitas ini pasti tumbuh saat seseorang menekuni jalan spiritual dengan tepat. 7 kualitas ini menjadi dasar bagi proses pertumbuhan lebih lanjut sehingga seseorang layak dijuluki sebagai Manusia Sejati, Avatar atau Bodhisattva.

Kualitas Pertama adalah Kasih Murni dan Kebahagiaan Sejati. Laku spiritual yang paling mendasar adalah menyadari esensi diri yang dijuluki Diri Sejati/Roh Kudus/Atman/Highest Self lalu terhubung secara utuh denganNya. Ini melibatkan proses pemurnian jiwa. Karena selama ada distorsi dalam segala bentuknya, kita tak akan terhubung penuh dengan Diri Sejati. Maka kita tak akan pernah punya kasih yang murni, tak akan pernah bahagia yang utuh, juga tak akan pernah benar-benar tertuntun. Orang yang telah berhasil memurnikan jiwanya dengan Tirta Amerta pasti terbebas dari segala bentuk duka dan derita. Tak ada lagi penderitaan bagi orang yang telah mekar sempurna kasih murni di dalam dirinya.

Diri Sejati atau Guru Sejati setiap orang itu ya sama saja. Yang membedakan satu orang dengan yang lainnya hanyalah tingkat keterhubungan dengan Diri Sejati/Guru Sejati ini yang penentunya adalah sejauh apa seseorang itu terbebas dari distorsi. Jadi meski setiap orang punya Guru Sejati di sanubarinya, ya belum tentu dia punya kasih murni, selalu tertuntun di jalan yang benar dan selalu merasakan kebahagiaan sejati jika dirinya masih diliputi angkara murka atau trauma psikologis, masih penuh ilusi, masih penuh jejak dosa dan masih dijerat parasit atau vampire energi. Sebaliknya orang-orang yang sama jernih dan terbebas dari segala distorsi, pasti punya kasih murni yang sepadan, tertuntun dengan cara yang serba selaras dan sama-sama bisa merasakan kebahagiaan sejati. Perbedaan orang dalam hal inilah yang memunculkan beragam corak vibrasi pada manusia dan tingkat-tingkat kesadaran. Maka, murnikan jiwa secara paripurna dan biarlah terealisasi Divine Quality yang pertama.

Kualitas Kedua adalah Keberlimpahan. Kita hidup di Bumi dengan limpahan anugerah yang sejatinya mencukupi segala kebutuhan raga untuk kesinambungan pembelajaran bagi sang jiwa. Namun, pilihan langkah yang keliru bisa membatasi anugerah ini, membuat manusia tak ada lagi dalam keberlimpahan. Keberlimpahan bisa sirna saat kita memilih untuk tidak mengenali talenta diri dan membuat mahakarya berdasarkan itu, saat kita memenuhi diri dengan dosa/karma buruk, juga saat kita menjadi tidak selaras dengan Sang Ibu Bumi. Mereka yang tertuntun oleh Guru Sejati dan menjadi murni jiwanya pasti memenuhi segala variabel untuk mengalami keberlimpahan sesuai jatahnya, sehingga bisa menikmati kehidupan sorgawi dimana segala yang dibutuhkan ( bukan diinginkan) selalu ada. Nah, dengan nalar ini bisa kita mengerti, jika ada iming-iming untuk meraih keberlimpahan tanpa proses spiritual yang tepat, tanpa memastikan jiwa menjadi murni terlebih dahulu, itulah yang namanya pesugihan. Itulah cara membuat jiwa terjerat dalam berkepanjangan pada waktunya. Dan perlu dicatat, seorang pelaku spiritual juga akan salah jalan jika yang jadi tujuan utama dalam lakunya malah perbaikan keadaan finansial. Yang satu ini jangan jadi tujuan utama atau malah dikejar. Itu cuma bonus atau efek samping yang pasti diraih jika seseorang telah murni jiwanya, mengenal talentanya dan bisa membuat mahakarya.

Divine Quality yang ketiga adalah Kemampuan Mencipta. Manusia sesungguhnya memang co-creator. Tuhan tidak pernah membuat mobil, hanya melalui manusia mobil itu ada. Tuhan dengan DiriNya sendiri tak pernah membuat peradaban. Nah, missi manusia memang untuk hamemayu hayuning bawana. Dengan Mahadaya Penciptaan yang muncul dari kejumbuhan dengan Gusti/Tuhan maka ia akan punya kemampuan optimal untuk menjadi co creator.

Mahadaya Penciptaan dalam diri manusia bertumbuh seiring dengan kemampuannya memainkan energi yin dan yang, feminin dan maskulin. Penyatuan dua jenis energi ini memunculkan dentuman agung yang mendahului kemunculan segala hal yang baru. Inilah sejatinya rahasia seksualitas yang jarang dimengerti. Mereka yang terbimbing sepenuhnya oleh Guru Sejati, niscaya bisa mengerti rahasia ini dan bisa melakonkan dirinya sebagai Mitra Penciptaan yang Agung.

Divine Quality ke4 adalah Keselarasan. Inilah esensi ajaran Tao, inilah arti dari The Headless Budha (Budha Tanpa Kepala). Inilah pula terapan dari Jumbuh Kawula lan Gusti. Kualitas yang keempat ini tumbuh saat seseorang yang telah mengenal Hingsunnya, bisa menangkap pesan dan arahan Hingsunnya, lalu setia dan patuh total kepada Hingsunnya. Ini sebetulnya modal dasar saya hingga mencapai tataran ini. Pikiran dan keinginan egoistik sudah lama saya simpan. Saya berupaya secara total mengikuti kehendak Sang Sumber Hidup yang muncul lewat pesan Hingsun dari pusat hati. Saya ikuti semua titah itu tanpa negosiasi dan tawar menawar. Seringkali titahnya itu terbilang aneh, terkesan membawa resiko besar pada banyak hal. Tapi ya begitu, saya udah gak mikir, saya kayak robot tapi punya kesadaran ilahi. Free will saya pergunakan untuk memilih satu hal: setia total pada arahan dan aliran semesta. Mau dianggap gila, mau dicaci maki, mau dibilang amoral, gak ngurus. Setia total pada Sang Sumber Hidup adalah satu-satunya jalan untuk mengalami kebahagiaan, kejayaan, keagungan sejati.

Silakan simak pesan dari Sang Hyang Adhi Parama Budha:

Sanghyang Adi Parama Budha

Salam ksatria cahaya.

Aku limpahkan kembali energi kasih murni kepada semua ksatria yang terus senantiasa menjaga kemurnian jiwa.

Berkatku terlimpah untuk semuanya.

Hanya yang mampu menjaga keheningan hati dan terhubung dengan Diri Sejati bisa melalui semua ini dengan selamat.

Luruhkan ego pribadimu, selaraskan dengan kehendak semesta yang Agung.

Keinginan pribadi yang tidak selaras mudah sekali dijadikan celah masuk kuasa kegelapan.

Tetap tenang menghadapi serangan kuasa kegelapan, masuk ke dalam diri, terhubunglah dengan kuasa tertinggi di dalam diri dengan sungguh - sungguh.

Bahagia sukacita terlimpah bagi semua.

Hoommm............

Divine Quality yang kelima adalah Kekuatan Sabda. Getaran yang muncul saat seseorang hening total dalam keterhubungan dengan Diri Sejati, diterima oleh kelenjar tymus lalu diteruskan ke kelenjar tiroid. Ini mempengaruhi kualitas komunikasi dan kekuatan kata-kata. Dalam keheningan yang konsisten, kata-kata kita bisa menjadi sabda yang menjadikan karena terkandung di dalamnya mahadaya yang agung, Divine Energi yang muncul dari kekosongan absolut. Semakin seseorang Jumbuh dengan Gustinya, kata-katanya semakin punya dampak. Maka, semakin tinggi kesadaran harus semakin eling waspada, hati-hati, agar kata yang terucap tidak menghancurkan apa yang semestinya dipelihara.

Divine Quality yang ke6 adalah Kewaskitaan, Kejeniusan. Tidak orang tercerahkan yang tidak cerdas. Bahkan sebagian menjadi sangat jenius. Bagaimana ini bisa terjadi? Pertama, input data makin meluas karena tak hanya mengandalkan panca indra tetapi juga instrumen pencerap yang ada pada kelenjar pineal. Kedua, kecepatan mengolah data menjadi jauh lebih cepat karena jaringan syarah tertata sepenuhnya. Mereka yang telah ditransformasi karena mengalami pencerahan, mirip satu PC yang diupgrade sekaligus Processor dan RAMnya..

Divine Quality yang ketujuh adalah Kebijaksaan Ilahi. Seiring terbuka sempurnanya cakra mahkota dan terbentuknya antah karana, seseorang bisa terhubung dengan pusat kecerdasan semesta seperti satu PC dihubungkan dengan satu mega server. Pengetahuan akan membanjir, melimpah ruah dan dalam akurasi tinggi. Demikianlah yang saya alami, maka saya bisaa ngajar tiap hari dengan materi berbeda tanpa membosankan karena tak banyak pengulangan dan selalu ada hal yang baru. Jadi pengetahuan dan kebijaksanaan ilahi ini membuat kita mengerti banyak sekali realitas yang semula tertutup . Tapi memang seperti pada kasus saya, itu tak semua bisa saya buka. Guru Sejati membatasi apa yang bisa saya ungkap di muka publik. Saya sebenarnya nggak pernah menimbang-nimbang, serba spontan mengikuti titah Guru Sejati. Di FB, paling saya buka 3%. Di wokrshop ya lebih banyak saya buka, sekitar 10%. Tapi yang 10% ini yang paling fundamental bagi siapapun yang mau bertransformasi menjadi manusia tercerahkan. 100% informasi yang saya akses itu hanya saya bagikan ke beberapa orang kepercayaan saja. Bukankah ini tidak adil? Justru inilah keadilan . Saya mengungkap 3% saja dari apa yang saya tahu di FB, banyak yang kaget dan menganggap saya gila. Apalagi lebih dari itu. Bukan karena saya takut dianggap gila. Saya hanya setia pada Guru Sejati atau Semesta yang melindungi anda dari kejadian menjadi gila tidak pada tempatnya dan gila sebelum waktunya. Kecuali anda memang sudah tidak waras duluan karena luka jiwa, angkara murka dan terjebak makhkuk dimensi 1 dan 2. itu diluar kelompok yang menjadi sasaran pencerahan dari tulisan-tulisan saya. Sebagus apapun tulisan saya, sejernih dan sekuat apapun yang energi kasih murni yang saya bagikan, mereka yang seperti ini gak akan ngerti dan gak akan ngerasain.

Nah, saudara dan saudari, 7 kualitas ilahi yang dipaparkan di atas, syarat untuk merealisasikannya adalah terlebih dahulu mengalami kebangkitan Kundalini. Sementara Kundalini hanya bangkit dalam keadaan seseorang jernih, murni, lalu dimudahkan dan dipercepat oleh anugerah dari seorang Guru yang tercerahkan. Maka, sering-seringlah minum susu murni.. Eh.. Maaf... Maksud saya, jagalah kemurnian dengan konsisten. Hening sepanjang waktu, terhubung terus kepada Hingsunnya atau Diri Sejati.

Rahayu.

Related Posts

0 Response to "STORY OF SHD 26: 7 KUALITAS ILAHI"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan