Realitas Kematian



Realitas Kematian
Image by EB Pilgrim from Pixabay
 Kembali saya digerakkan untuk menulis tentang momen "kematian" yang tak mungkin dielakkan. Hanya soal cepat dan lambat yang membedakan kita - dan itu tergantung dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Kita bisa menjemput kematian lebih cepat jika kita ceroboh, kehilangan sikap eling dan waspada.

Apa yang terjadi saat jiwa lepas dari tubuh? Ada yang langsung masuk ke dimensi cahaya, ada yang menjangkau keadaan yang tanpa batas. Ada yang masuk ke alam penantian yang damai. Ada juga yang nyasar jadi arwah pengembara, dan tak sedikit yang terjerat di dimensi entitas berkesadaran rendah.

Menjadi satu anugerah sekaligus menjadi pekerjaan tambahan saat saya dibuat mengerti tentang realitas jiwa, dan apa yang (baka) dialami saat terlepas dari tubuh. Menjadi tak mudah karena apa yang saya tahu sangat berbeda dengan yang dipersangkakan banyak orang. Ada yang dianggap spiritualis papan atas malah jiwanya terjerat kuasa gelap di dimensi satu. Ada tokoh pemimpin agama yang sangat dimuliakan juga terjerat di dimensi satu. Sebaliknya ada orang yang dianggap biasa justru naik ke alam cahaya.

Label, kepandaian berbicara dan menulis, apresiasi orang, sama sekali tidak menentukan bagaimana keadaan jiwa seseorang. Termasuk yang ingin saya tegaskan: kedekatan personal dengan saya juga bukan hal yang menentukan bagaimana capaian sang jiwa. Ada yang masuk kategori "teman dekat, teman jalan-jalan" saya, tapi sebenarnya beda jalan dengan saya. Tidak semua yang terkesan dekat dengan saya, punya trust pada saya terkait pencapaian spiritual saya. Dan saya tahu persis soal ini: biasanya saya diam, dan saya biarkan hingga ada momen semua terbuka. Pada prinsipnya saya mengasihi semua orang tanpa syarat.

Lalu, bagaimana kita memastikan bisa mencapai kematian yang selamat? Untuk yang sedang menempatkan diri berada dalam bimbingan saya, evaluasi kembali apa yang telah Anda capai. Apakah bimbingan dari saya telah membuat jiwa anda diperbaharui, menjadi makin murni, penuh kasih dan damai, singkatnya hidup makin selaras? Jika iya, berarti Anda sudah Ada di jalur yang tepat menuju kematian yang selamat. Dan selanjutnya, pertahankan trust pada saya, karena saya totalitas membimbing Anda semua untuk meraih tangga kesadaran tertinggi.

Jika ada yang Anda anggap aneh, jika Anda bingung dengan tindakan dan ucapan saya, langsung pertanyakan ke saya. Jangan pelihara prasangka yang malah jadi celah Anda mengalami degradasi kesadaran spiritual.

Ada banyak hal tentang realitas diri saya yang tidak saya ungkap. Tapi satu hal, kelahiran dan peran yang saya jalani saat ini terkait dengan satu rancangan agung: kebangkitan kesadaran spiritual secara global. Terberkatilah jiwa-jiwa yang telah terhubung dengan saya dan konsisten menekuni laku keheningan.

Rahayu

1 Response to "Realitas Kematian"



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan