STORY OF SHD 23




Human engineering. Itulah satu kata yang cukup merepresentasikan pengetahuan kuna yang belakangan ini saya dapatkan dan bagikan. Manusia adalah kesatuan jiwa dan raga. Jiwanya berpotensi kembali menjadi asal mulanya sebagai cahaya murni dan banyu kahuripan. Maka seseorang yang menekuni laku spiritual yang tepat niscaya bisa menjangkau dimensi tertinggi - meraih moksa, kamuksan, bali marang sangkan paraning dumadi. Sementara raganya bisa menjadi mesin teramat canggih, sebagai kendaraan bagi jiwa untuk menjalankan missi agung di bumi. Pada satu titik kendaraan ini bisa dipertahankan sampai ratusan tahun dan menjadi makin canggih. Inilah yang terjadi pada para immortal seperti Babaji, Eyang Lawu dan lainnya.

Tetapi fondasi dari semuanya tetaplah kejernihan jiwa. Jiwa harus merdeka dari jerat angkara murka dan akar duka, terjernihkan dari segala jejak dosa atau karma buruk, terbebas dari cengkeraman parasit dan vampire energi, serta merdeka dari segala bentuk ilusi. Maka kepada siapapun yang sedang saya bimbing, saya sangat rewel soal yang satu ini. Tanpa konsistensi dalam kemurnian jiwa, tak akan pernah ada transformasi diri secara utuh dan paripurna. Tak akan ada kehidupan surgawi yang diliputi kebahagiaan konstan dan keberdayaan.

Sebagian orang menyepelekan ini karena ketidakmengertiannya. Disangkanya berspiritual hanya tentang kemampuan berkata-kata bijak dan tidak lagi terikat dari dogma agama. Padahal kekeruhan jiwa bisa muncul dari banyak jalan. Ilusi bisa muncul juga dari prasangka pribadi yang tak realistis. Tak ada gunanya juga merasa bebas dari dogma agama sementara jiwa masih penuh luka baik di conscious mind, sub conscious mind dan unconscuous mind. Hidup juga bakal tetap ruwet jika pikiran dipenuhi kata-kata bijak sementara tubuh karma tetap gelap karena tak mengerti bagaimana cara meluruhkan segala jejak dosa atau karna buruk. Dan, siapapun akan mengerti bagaimana resiko terjerat keberadaan dari dimensi 1-2 saat kenyataannya disingkapkan. Kecerdasan rasional, kepandaian berkata-kata, kepandaian menghafal pepatah-pepatah dari masa silam, tak bisa membuat siapapun aman. Maka saya selalu wanti-wanti kepada murid saya, jangan pernah gegabah. Kuasa kegelapan atau dark force itu bisa menyusup ke tubuh energi, bisa juga masuk ke tubuh pengetahuan. Ada kalanya terasa, ada kalanya tak terasa. Yang paling repot adalah jika dark force itu menyusup ke tubuh pengetahuan dan mengacak-acak persepsi atau emosi. Seseorang kesadarannya bisa anjlog sementara ia merasa ada dalam kebenaran.

Saya sejujurnya masih bisa ketembus. Tapi tak pernah lama karena saya peka dan saya punya cara untuk mengatasinya. Jika tubuh energi yang tersusupi saya gampang mengerti karena langsung merasakan ketidaknyamanan. Jika tubuh pengetahuan yang tersusupi, penandanya saya tiba-tiba merasa jenuh, kesal, padahal normalnya saya selalu bersukacita dengah kehidupan yang asyik. Biasanya masalah-masalah ini selesai dalam hitungan menit, saya bereskan dengan hening total, berserah diri sepenuhnya agar kekuatan semesta yang agung bekerja menata diri saya. Kepada murid-murid saya, saya minta untuk waspada dan saling mendukung. Jika tergolong yang tidak peka ya harus rendah hati saat mendapatkan umpan balik dari teman lain terlebih dari saya sebagai pembimbing. Kekeraskepalaan, keengganan menerima umpan balik, kecenderungan merasa baik-baik saja, hanya menjadi celah untuk kejatuhan yang parah dan sulit ditolong.

Bagaimana kata-kata saya bisa dipercaya ketika saya memberi umpan balik bahwa Anda sedang keliru jalan karena terjerat makhluk dimensi 1-2? Lihat dengan cermat foto saya, lebih bagus jika bisa bertemu langsung, lihat wajah saya. Rasakan vibrasi dari tubuh saya. Anda pasti temukan vibrasi kasih murni, kebahagiaan dan kedamaian seutuhnya yang membuat saya tak punya hasrat dan motif untuk membohongi Anda dengan cara yang murahan dan tak bermutu.

Saat seseorang konsisten ada dalam kemurnian jiwa, transformasi pasti terjadi. Divine energy yang pusaran intinya ada di dada, dan Cosmic energy yang pusaran intinya ada di bawah pusar, akan menguat hingga titik maksimal . Ini memicu kebangkitan kundalini. Kebangkitan kundalini mengharmonikan 7 cakra yang membuat seseorang selaras dengan bumi dan langit. Dan pada fase berikutnya, 5 kelenjar utama akan teraktivasi sempurna dan semuanya menjadi generator energi elektromagnetik yang dahsyat. Inilah rahasia kebahagiaan sorgawi, keberlimpahan dan keberdayaan.

Tapi, jangan pernah berambisi meraih ini semua. Kunci transformasi di jalan spiritual justru adalah keberserahan diri yang total. Tekunlah tanpa obsesif. Bekerja keraslah tanpa menargetkan apapun. Obsesi, ambisi, hanya membuat seseorang terjerembab jatuh.

Tetap hening, nikmati hidup yang nyata saat ini dan di sini. Bersukacitalah merayakan hidup yang penuh anugerah.

Related Posts

0 Response to "STORY OF SHD 23"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan