Nrima ing Pandum



Meditasi SHD

Kita semua terikat dalam law of universe, hukum-hukum semesta. Termasuk di dalamnya, hukum sebab akibat dan tarik menarik. Perjalanan jiwa kita di masa lalu, segala pilihan tindakan kita, membentuk kapasitas dan jatah kita pada saat ini. Kapasitas dan jatah ini yang dalam bahasa Jawa disebut Pandum. 

Maka, muncul ajaran nrima ing pandum. Artinya, terimalah apa yang diberikan atau dibagikan Tuhan yang Mana Esa kepada kita. Dengan kesadaran, kita sendiri yang menentukan pandum itu dengan segenap pilihan keputusan dan tindakan kita. 

Sewajarnya kita bertanggung jawab atas cara kita menggunakan fasilitas free will. Menerima pandum berarti menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri, tanpa menyalahkan siapapun. 

Jika kita ingin mengubah pandum bagi kita, jalannya adalah dengan mengubah realitas diri dimulai dengan memurnikan jiwa. Kualitas jiwa kitalah yang menentukan vibrasi seperti apa yang terproyeksikan ke semesta dan itu menentukan apa yang kita dapat. 

Semesta itu laksana cermin pemantul. Berangkat dari situ, sewajarnya juga kita menghormati kelebihan orang lain dan memaklumi kekurangan orang lain. Sadari setiap orang ada dalam proses yang unik. 

Kasihi diri dan orang lain dengan murni. Sirnakan hasrat berkompetisi atau mengalahkan orang lain. Kita hidup untuk berkolaborasi dan bersinergi. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat kita bisa bangun kehidupan surgawi. 

Rahayu SHD

Related Posts

0 Response to "Nrima ing Pandum"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan