STORY OF SHD 9




Dalam satu spiritual adventure ke Malaysia di pertengahan 2019 bersama teman-teman seperjalanan, ada momen kami dititahkan oleh Hingsun untuk makan malam di Overseas Restaurant di kawasan Bukit Bintang Kuala Lumpur. Ternyata, di situlah turun semacam SK baru dari langit: Ngelanglang Jagad. Saya dituntun semesta untuk mengubah orientasi perjuangan dari skala nasional ke skala internasional. Ditegaskan bahwa lakon yang harus dijalani adalah menjadi pembawa terang bagi dunia, bukan menjadi pejabat negara.

Kelanjutan dari momen itu, saat sedang menunggu pesawat menuju Medan karena saya ada jadwal mengajar di sana, muncul pesan dari Hingsun: Saya harus ke Hong Kong. Nalar saya bertanya-tanya juga, kenapa mesti ke Hong Kong? Memang ada apa di sana. Terlebih berdasarkan info banyak media, saat Hong Kong sudah mulai sering ada demonstrasi.Tapi saya putuskan untuk tak bertanya lebih jauh, saya nyatakan setia total pada Hingsun dan saya ikuti semua titahNya meski saya belum mengerti. Maka saya siapkan segala sesuatunya untuk berangkat ke Hong Kong.

Tadinya, saya disuruh berangkat sendiri. Tapi saat saya menyatakan "Siap", ada dispensasi. Jadinya saya didampingi Pak Robby Kusnandar dan Pak Eddy Teyanto, dua sahabat sekaligus murid yang sudah terhubung dengan saya sejak masa yang sangat silam.

Ternyata kunjungan ke Hong Kong benar-benar menjadi momen transformasi diri. Lewat beberapa momen yang dialami, saya disadarkan bahwa pencapaian saya secara kesadaran dan energi masih belum apa-apa. Jadi di sana kami terhubung dengan beberapa ancient avatar, 1 perempuan dan 3 laki-laki yang masing-masing elemen alam: api, tanah, air, udara. Lewat " komunikasi" dengan mereka, saya disingkapkan realitas betapa pencapaian saya masih jauh sekali dibandingkan mereka. Ada banyak hal yang menakjubkan dan menghentakkan saya untuk terus belajar, untuk semakin tekun menjalani laku spiritual dalam tuntunan Hingsun.

Perjalanan di Hong Kong memang mengasyikkan. Yang unik, demonstrasi yang konon marak, saat kami di sana tidak kami temukan, tampaknya mereka libur dulu. Tetapi kami dibayangi badai typoon, itu berlangsung setiap hari. Hong Kong selalu mendung, hujan, suasana gelap, sehingga beberapa mall, kantor, resto memilih tutup lebih awal. Dan lucunya, situasi seperti itu baru selesai pas jadwal kami pulang ke Indonesia. Di balik keadaan ini kami memang menangkap ada beberapa entitas alam bawah yang lama mencengkeram China dan memutus akar-akar budaya spiritualitas di China yang baperan dan ngamuk. Beberapa ancient avatar yang kami temui itulah yang kemudian turun tangan membantu kami, sehingga semuanya aman terkendali hingga kepulangan ke Indonesia.

Saat kita sadar kekurangan kita, saat itulah kesempatan bertumbuh terbentang luas. Tapi saat kita merasa sudah sampai puncak atau akhir perjalanan, maka kita akan macet pertumbuhannya dan siap-siap jatuh terjerembab.

Sepulang dari Hong Kong, saat mengajar di Solo dan berkunjung ke Candi Sukuh dan Cetha, saya kembali mendapatkan momen bertumbuh. Saya terhubung dengan guardian of universe di berbagai level: guardian of Asia, Europe, Africa, America, guardian of earth, guardian of galaxy, guardian of universe. Hidup jadi benar-benar makin asyik. Dengan menyelami keheningan dan terhubung ke mereka semua, kesedaran dan energi saya diupgrade lagi

Momentum selanjutnya dimana saya mengalami upgrading secara akseleratif adalah saat saya berada di Lourdes, Perancis. Saat saya dituntun untuk meditasi di satu bukit kecil yang sunyi, di momen ini saya mendapatkan limpahan energi sangat besar. Tersingkap juga keberadaan yang selama ini belum pernah saya kenal, dan belum pernah ditulis di Google: Saya terhubung kepada Raja dan Ratu Semesta, The King and Queen of Universe. Pada momen ini jugalah saya jadi mengerti apa arti "The Son of Universe atau Putra Semesta".

Sejak itu, semakin mantap saya menjalani peran yang pertama kali disingkapkan beberapa bulan lalu di Kuala Lumpur. Terbukti bahwa di bulan-bulan selanjutnya memang saya diperjalankan untuk ngelanglang jagad, untuk terus belajar dan berbagi kasih murni. Termasuk saat melakukan art performance di Vatican.

Jakarta, 23 Desember 2019

Ilustrasi: The King and Queen of Universe by Sasongko Hendratmojo (Mahadaya Institute)
0 Response to "STORY OF SHD 9"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan