STORY OF SHD 2




Menengok perjalanan pribadi, satu titik loncat dalam akselerasi kesadaran spiritual adalah saat saya menerima dan mengakui reinkarnasi/inkarnasi . Ada beberapa momen di masa silam, ada realitas berlapis di dalam diri. Ada saya yang jauh lebih bijaksana dan penuh daya di balik SHD pada saat itu. Terasa potensi terpendam yang menunggu direalisasikan.

Pada satu momen, tersingkaplah perjalanan jiwa saya di masa lalu. Saya menjadi mengerti pernah menjadi siapa saja dan hidup dimana. Untuk hal ini, saya berterima kasih kepada Tunjung Dimas Bintoro yang bisa memvalidasi data yang saya temukan dengan kemampuan Ajali Kaurinya, dan Sasongko Hendratmojo yang melukiskan diri saya di masa lalu - sebagian ada di buku-buku saya.

Sejak itu saya tergerak untuk mengakses data kebijaksanaan dari masa lalu, melalui meditasi dan napak tilas ke jejak-jejak masa lalu. Tahun 2016-2018 saya rajin sekali mengunjungi sacred place yang pernah menjadi tempat bertapa saya di masa lalu. Ini proses yang mengakselerasi, dan saat saya merdeka dari jeratan lalu berproses menjadi diri sendiri, jalan pencerahan terbuka lebar. Meski tentu saja tidak mudah, tantangan yang ada sangat mengasyikkan.

Baca Juga: Story SHD 1

Kemudian, saya menjadi sangat terbantu untuk mengevaluasi diri saat mendapat wawasan tentang Level of Consciousnessnya David R Hawkins melalui mbak Fena Wijaya dan Pak Tio Januar. Lewat status ini saya sampaikan terima kasih atas jasa baik di masa lalu. Wawasan ini yang kemudian saya kembangkan sehingga saya punya metodologi sendiri: saya namakan Human Perfection Matrix. Ini saya kembangkan seiring dengan perkembangan spiritual yang saya jalani. Saya mendapat angka untuk berbagai parameter secara digital menggunakan rasa sejati dan secara analog melalui muscle test. Yang digunakan Hawkins adalah muscle test.

Saya ingat, pertama kali menembus LoC 1000 saat memandu meditasi peserta retreat Meditasi Mahadaya Suwung di Pura Gunung Kembar Umajero Buleleng. Secara energy saat itu saya merasakan dibanjiri energi yang sangat besar. Sebelum mengalami ini, ada derita yang saya harus tebus. Saat mengisi acara di Surabaya saya diserang secara metafisik dengan sangat serius. Punggung saya sangat sakit terasa ada pisau yang menghunjam. Mengikuti tuntunan Guru Sejati itu harus dipulihkan dengan meditasi di bis dari Surabaya ke Bali.

Setelah itu, saya mengalami fase2 yang kemudian saya mengerti sebagai momen perkembangan spiritual. Diantara yang saya alami adalah merasakan ada ular tegak lurus di dalam diri - itu ternyata adalah visualisasi bangkit sempurnanya kundalini. Lalu ada momen dalam meditasi saya merasakan diri saya terbagi dua: laki-laki di sebelah kanan dan perempuan di sebelah kiri. Dan, ada gambaran di dalam Bhagawad Gita yang juga saya alami: saat Krisna dilihat Arjuna sebagai sosok yang menampung/memuat berbagai penghuni semesta.

Tahun 2019, menjadi momen akselerasi berikutnya. Perjalanan ke Singapore, Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam - dan meditasi di Candi Sukuh serta Cetha setelahnya, menjadi momentum transformasi dan kenaikan dimensi. Pada saat itu, dalam tolak ukur dimensi kesadaran jiwa saya bisa menjangkau dimensi 21.

Loncatan kesadaran berikutnya justru saya alami di Hong Kong. Di sana saya terhubung dengan para Ancient Avatar yang sebelumnya belum pernah saya mengerti. Banyak wawasan tentang transformasi diri yang menjadi terang benderang, energi diripun terpacu naik.

Fase loncatan kesadaran berikutnya terjadi pada Oktiober - November 2019 ketika saya diperjalankan semesta ke Eropa. Di Lourdess, Brussels, Geneve dan Roma saya mengalami momen pencerahan secara berturut-turut. Semua proses yang terjadi memulihkan kembali kebijaksanaan, pengetahuan dan energi yang pernah saya capai di masa lalu Laku di Eropa ini memapankan kesadaran jiwa saya ada di dimensi 30. Tampaknya di kehidupan sekarang, seiring dengan momentum kebangkitan spiritual secara global, saya berjatah melampaui pencapaian di masa lalu.

Terkait dengan aoa yang saya alami, saya juga punya waktu untuk mengevaluasi semuanya, dan mengetahui penilaian dari pihak lain. Saya beruntung memiliki murid2 dan teman perjalanan yang hebat dengan kemampuan menembus realitas di balik yang tampak. Selain itu, saya makin mantap saat ada dua sesepuh yang mengkonfirnasi bahwa saya on the track dan bukan halusinasi.

Diantaranya adalah Mbah Senawi di Juwana Pati. Beliau menemui saya di Magelang dan mengetest saya. Setelah lulus uji, saya diamanati untuk mengasuh murid-muridnya, beliau meninggal beberapa bulan lalu persis saat saya dalam perjalanan dari Hong Kong ke Indonesia. Berikutnya adalah Master Manogren di Jakarta: beliau betul-betul mengasihi saya, dan menitipkan saya kepada menantunya untuk dijaga. Karena menurut beliau ada missi besar terkait kebangkitan spiritual global yang harus saya jalankan dengan tantangan yang berat. Menantu dan anak-anak beliau juga menjadi murid saya.

Demikian cerita edisi ini. Di edisi berikutnya saya akan ceritakan Guru-guru saya dari dimensi lain.

Rahayu

Roma, 13 December 2019
0 Response to "STORY OF SHD 2"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan