STORY OF SHD 1



Spiritualitas, SHD, Channel

SHD Channel - Ketertarikan pada apa yang saya sebut sebagai spiritualitas dan meditasi, bermula pada sekitar 2003. Sebelumnya tahun itu saya kenyang mendalami filsafat dan pemikiran kritis. Sebelumnya lagi "jadi anak sholeh yang rajin mengaji" He he he...

Dalam rangka memenuhi dahaga jiwa saya banyak membaca buku. Selama bertahun-tahun setiap bulannya saya pasti membeli 3-4 buku di toko buku, dehingga koleksi buku saya bisa menjadi ratusan. Namun dari sekian judul yang saya tuntaskan, yang paling melekat adalah karya James Redfield "Celestine Prophecy", serial dari Robbin Sharma " The Monk Who Sold His Ferrari", karya Michael Naimy "The Book of Mirdad dan satu buku hasil wawancara dengan Dalai Lama.

Tentu saja, membaca buku demikian banyak belum membawa saya pada pencerahan. Tapi wawassn saya akan spiritualitas bertumbuh, dan saya disiapkan agar punya bank kosakata di kepala untuk membahasakan pengalaman spiritual di kemudian hari.

Saya mulai banyak bertapa brata tahun 2008, dan itu saya lakukan sangat intensif hingga 2013. Apa yang saya mengerti sebagai sacred place mulai kawasan Kanekes Dalam di Banten, Alas Purwa di Banyuwangi hingga Hutan Loksaso di Kelsey, saya kunjungi. Saya hitung dalam 5 tahun itu saya berkunjung ke sekitar 100 tempat, jika dihitung biaya ya habis puluhan juta, dan belum dapat pencerahan.

Saya mulai belajar pada sosok yang saya sebut sebagai Guru Spiritual pada tahun 2006, dua orang sekaligus: mursyid tarikat Syatariyah di Cirebon dan satu lagi praktisi ilmu hikmah - dengan mereka saya masih berhubungan baik hingga saat ini. Sekalipun kemudian berbeda jalur saya bisa rasakan mereka sangat tulus saat mengajar dan membimbing saya.

Setelah itu, saya belajar lagi kepada sekitar 8 orang lagi. Termasuk kepada seorang guru yang meninggal di usia sekitar 47 tahun pada 2013- dengan kemampuan saat ini saya bisa menangkap keberadaan jiwanya ada di dimensi 15, alam cahaya tingkat ketiga.

Ada guru-guru yang saya tinggalkan dengan berbagai alasan: ada yang masuk penjara karena terbongkar penipuannya kepada murid-muridnya hingga total milyaran rupiah, ada yang semula saya hormati dan saya anggap sebagai kakak tapi kemudian menuduh saya mencuri uangnya 25 juta - dan di kenudian hari dia yang dipisuh-pisuhi mantan muridnya yang merasa tertipu mulai dari angka jutaan, puluhan hingga ratusan juta. Ada juga yang saya tinggal karena saya sadar ternyata prasangka baik saya yang keliru Ternyata, kekuatan alam bawah dan penumbalannya dahsyat.

Karena pengalaman2 nilah, tahun 2016 awal saya dengan marah bersumpah: Saya, tidak mau lagi belajar pada manusia. Jika semesta memang mau saya tercerahkan, ajari saya langsung tanpa lewat manusia. Terlebih secara praktis meski saya banyak mengerti tentang wawasan spiritual, hidup saya masih ruwet, ada momen dimana merasa tak berdaya dan hopeless, dam belum bisa bahagia secara konstan.

Sumpah ini rupanya jadi jalan terang. Saya mulai menyadari realitas dan talenta diri. Tentu ada jatuh bangun. Tahun 2016 saya menuntaskan buku Medseba, 2017 meluncurkan buku Suwung, 2018 muncul Sastrajendra, 2019 lahir Sangkan Paraning Dumadi, dan saya semakin mantap dengan jalan yang saya tempuh.

Jika menggunakan tolak ukur LoC, ini LoC saya pada akhir dari tahun-tahun ini:

2005 LoC 200

2008 LoC 100

2012 LoC 50

2013 LoC 50

2016 Loc 240

2017 LoC 400

2018 LoC 1000

Roma, 11 Desember 2019

Related Posts

0 Response to "STORY OF SHD 1"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan