INDIA DAN KAITANNYA DENGAN NUSANTARA



Pertama-tama kita perlu mengerti tentang India, peradaban dan warisan intelektualnya.  Karena, persepsi yang kadung terbangun selama ini bisa dikatakan jauh dari akurasi.

Teori umum tentang bangsa India, adalah bahwa ada 2 ras besar: yaitu ras Dravida, yang kemudian terdesak oleh ras pendatang dari Jerman: ras Arya.  Bangsa Dravida merupakan bangsa yang berasal dari ras australoid yakni berkulit coklat dan berhidung pipih. Sedangkan Bangsa Arya  dinyatakan berasal dari ras kaukasoid (Indo-Jerman) sehingga memiliki hidung mancung dan berkulit putih.  Bangsa Arya dinyatakan menginvasi bangsa Dravida.


Selaras dengan teori ini, dianggap bangsa Arya lebih maju peradabannya ketimbang bangsa Dravida.

Nah, menariknya adalah bahwa sejarah mencatat bangsa Dravida telah meninggalkan satu monumen sejarah yang menjadi bukti tingginya budaya mereka. Peradaban suku bangsa Dravida berpusat di tepi sungai Indus. Peninggalan tersebut adalah reruntuhan kota tua Mohenjodaro dan Harappa itu sendiri. Bangsa Dravida merupakan bangsa awal yang membangun peradaban kuno di India.

Munculnya teori invasi bangsa Arya atas Dravida ini atau lebih dikenal dengan Aryan Invansion Theory pada awalnya dicetuskan oleh Friedrich Maximillian Müller, atau yang lebih dikenal dengan nama Max Müller, seorang filologi kelahiran Jerman yang mengabdikan hidupnya sebagai pengajar di Universitas Oxford, Inggris. Bertepatan pada masa kolonialisme Inggris di India, Friedrich Max Müller dibayar dengan harga tinggi (4 poundsterling per halaman) untuk menerjemahkan kitab-kitab suci Veda ke dalam Bahasa Inggris oleh pemerintah Inggris. Selain Friedrich Max Müller, terdapat beberapa nama peneliti Inggris seperti; Alexander Duff, William Carey, James Mill, William Jones, H.H. Wilson yang membantunya dalam menciptakan teori ini.

Friedrich Max Müller atau lebih dikenal dengan Max Müller awalnya adalah seorang sarjana Sansekerta Oxford University yang lahir di Dessau, 6 Desember 1823 dan wafat 28 Oktober 1900. Ia adalah anak dari seorang sastrawan romantik bernama Wilhelm Müller, yang salah satu puisinya berjudul Die schöne Müllerin danWi nt er rei se, oleh musisi klasik Jerman, Franz Schubert, dijadikan sebuah lagu. Ibu Max Müller, Adelheide Müller adalah saudara perempuan tertua dari seorang kepala pemerintah Anhalt-Dessau, sebuah daerah di Jerman bagian tengah.


Jadi, teori invasi Bangsa Arya yang dilanjutkan dengan doktrinisasi bahwa Weda dibawa oleh bangsa Arya yang datang dari Jerman, sebenarnya merupakan pembodohan dan bagian dari strategi kolonialisasi.

Jika mengacu pada Weda, sebenarnya Arya bukanlah nama satu ras atau bangsa.   Di dalam Veda terdapat cukup banyak istilah Arya, contohnya dalam satu Purana yaitu Ramayana Purana yang digunakan untuk menggambarkan sosok Sri Rama

Arya Sarva Samascaiva Sadaiva Priyadarsanah, yang artinya, Arya, seseorang yang bekerja untuk kepentingan umum dan menyayangi semua orang.

Menurut Stephen Knapp (2004)2, seseorang disebut Arya apabila orang tersebut berasal dari keturunan keluarga mulia, lemah lembut prilakunya, berkelakuan baik dan bertindak benar. Dalam Rg. Veda terdapat pernyataan serupa yakni praja arya jyotiragrah (Rg. Veda VII.33.17) yang artinya anak-anak Arya dibimbing menuju cahaya (pencerahan). Dalam hal ini,jyotih atau cahaya atau pencerahan dianalogikan ke dalam pengertian spiritual.

Rg. Veda sudah dengan sangat jelas menyatakan bahwa ia dikodifikasi pada permulaan Kali-Yuga sekitar 6000 tahun yang lalu.  Ia digubah oleh Krishna Dvaipayana Vyasa - yang merupakan titisan Sri Wisnu - agar bisa dipelajari dan dimengerti oleh orang-orang jaman Kali.

Bhagavata Purana 1.4.17-25 dengan jelas sudah menyatakan hal ini dengan menyebutkan;

³Sang Rishi mulia yang berpengetahuan penuh, dengan penglihatan rohaninya bisa
melihat merosotnya segala sesuatu yang material karena pengaruh buruk Kali-Yuga.

Beliau juga melihat orang-orang yang tidak percaya (pada Veda) jadi pendek usia dan mereka tidak penyabar karena kurang memiliki sifat-sifat bajik.  Untuk menyederhanakan proses (belajar Veda), beliau membagi Veda yang satu (Yajur Veda) itu menjadi 4 bagian untuk diajarkan diantara manusia.

Demikianlah,Rishi Paila menjadi sarjanaRg-Veda, Rishi Jaimini menjadi sarjana Sama-Veda, Rishi Vaisampayana menjadi akhli Yajur-Veda dan Sumantu Muni dipercayakan mengajar Atharva-Veda. Mereka mengajarkan bagian-bagian Veda itu kepada para muridnya masing-masing.  Kemudian karena kasihan (kepada orang-orang kurang cerdas), Vyasa menyusun Mahabharata agar para wanita, sudra dan dvija-bandhu bisa mencapai tujuan hidup tertinggi´.

Kaitan Dengan Nusantara

Menurut kajian akademik, dinyatakan bahwa Nusantara bersinggungan dengan India sejak permulaan Masehi.  Dan ada tiga teori tentang ini:

1. Teori Ksatria, budaya India mempengaruhi Nusantara lewat penaklukan para ksatria.

2. Teori Waisya, budaya India mempengaruhi Nusantara melalui para pedagang.

3. Teori Brahmana, budaya India mempengaruhi Nusantara melalui para brahmana yang mengembara ke Nusantara, atau memang diundang para raja Nusantara.

Jika dianalisa, teori ketiga lebih akurat.  Karena nyatanya budaya India hanya mempengaruhi tidak mengubah dan menggantikan budaya Nusantara.  Tidak ada budaya di Nusantara saat ini yang sama persis dengan budaya India, termasuk wayang dan tradisi Syiwa Budha yang khas Nusantara.  Yang terjadi adalah akulturasi dan ini hanya bisa terjadi dalam suasana damai, melalui pernikahan atau pengajaran.

Nyatanya, sejarah mencatat kedatangan para Brahmana India pada awal Masehi seperti Resi Agastya, juga Byanlu Syamar atau Ki Budi Darma yang tercatat sebagai murid pertapa Bali Maharesi Gopala dan turut mendirikan perguruan Seruling Dewata.

Menggunakan spiritual vision, diketahui India pada masa Niskala Dwipa dikenal sebagai Tanah Perak, dipimpin oleh Maharesi Pandit Pandita Jawahahral Nehru Cun Kunaya Sabda Palon.  Keberadaannya selaras dan ada dibawah pengayoman Hyang Narotama yang bertahta di Tanah Emas (Nusantara).

Jadi, sangat logis jika dinyatakan bahwa leluhur bangsa Dravida yang mendirikan peradaban tinggi di Sungai Indus, adalah keturunan manusia cahaya yang kemudian bertransformasi menjadi manusia berdaging, dengan warna kulit selaras warna tanah yang didiami.  Mereka adalah anak keturunan dari Cun Kunaya Sabda Palon.

Pada fase berikutnya, seperti di Era Majalahit, hubungan Nusantara India terjalin erat.   Ajaran Syiwa Budha yang merupakan perpaduan antara tradisi spiritual India dan Nusantara menjadi demikian indah dan menjadi fondasi kecemerlangan Majapahit.

Demikianlah kajian perdana yang perlu kita selami lebih dalam.


Related Posts

0 Response to "INDIA DAN KAITANNYA DENGAN NUSANTARA"

Post a Comment



Laku spiritual adalah proses bertumbuhnya pengalaman keilahian, wujudnya adalah menjadi penuh dengan daya, penuh kebijaksanaan, penuh kecerdasan, penuh kreatifitas, penuh welas asih.


Setyo Hajar Dewantoro
Founder of Mahadaya Institute


Buku

Buku Medseba Buku Sastrajendra Buku Suwung Buku Sangkan Paraning Dumadi

Kegiatan